Month: March 2014

Seiring Sejalan

pesona-penyikap-makna-200x209
Bila matahari terbit, kuingkari langit
Siang nan terang makin benderang, kau tahu mataku terpejam
Saat senja temaram, itulah waktuku mengarang
Kadang aku senang, lain kali meradang
Bukan rahasia buatmu, kalau pengarang berdendang
Itulah aku, yang kauguncang
Cerita berliku, kaupindai kaku
Siapakah kamu, yang tak malu
Merombak makna, mencabik rasa
Bahasaku, bukan milikmu
Bahasaku, layak kaujamu
Jadikan baru, dalam bahasamu
Satu pintaku, untuk kebaikanmu
Terimalah aku, menjadi kawanmu
Satu hal nyata, yang harus kau bisa
Cintai bahasa, sepenuh jiwa
Agar kita senantiasa jaya
Aku pengarang, engkau penerjemahnya
Aku menulis, engkau mengartikannya
Itulah kita, sahabat sejalan
Berjalan seiring, bergandengan tangan
Untuk sebuah gubahan, satu pandangan
22 Februari 2013
Diterbitkan dalam Antologi Karya Penerjemah (milis Bahtera): “Pesona Penyingkap Makna”, 2013
Advertisements

Seiring Sejalan

Bila matahari terbit, kuingkari langit
Siang nan terang makin benderang, kau tahu mataku terpejam
Saat senja temaram, itulah waktuku mengarang
Kadang aku senang, lain kali meradang
Bukan rahasia buatmu, kalau pengarang berdendang
Itulah aku, yang kauguncang
Cerita berliku, kaupindai kaku
Siapakah kamu, yang tak malu
Merombak makna, mencabik rasa
Bahasaku, bukan milikmu
Bahasaku, layak kaujamu
Jadikan baru, dalam bahasamu
Satu pintaku, untuk kebaikanmu
Terimalah aku, menjadi kawanmu
Satu hal nyata, yang harus kau bisa
Cintai bahasa, sepenuh jiwa
Agar kita senantiasa jaya
Aku pengarang, engkau penerjemahnya
Aku menulis, engkau mengartikannya
Itulah kita, sahabat sejalan
Berjalan seiring, bergandengan tangan
Untuk sebuah gubahan, satu pandangan
22 Februari 2013
Diterbitkan dalam Antologi Karya Penerjemah (milis Bahtera): “Pesona Penyingkap Makna”, 2013

Singa Mati, End of Story

Hari ini pukul sebelas malam

Aku menyandarkan tubuh penatku di dipan

Lamat-lamat kudengar derik cengkerik

Makin erat mata ini terpejam

 

Kasurku bergetar, hingar bingar

Terang lampu, menyorot bantalku

Jantungku berdegup kencang

Kantuk pun menghilang

Sebuah dering berdenting, ting!

Sebuah e-mail datang memajang

Di layar ponsel terlihat pesan penting, ting!

 

Bisakah Anda mengerjakan ini secepat kilat?

Singa mati pukul sembilan pagi

Waktu Anda esok hari

Bisakah Anda berjanji

‘Tuk menepati janji?

Dan ini harga mati

Sebelas dolar kalau jadi

Saya mungkin akan kembali lagi

Bila Anda menepati janji

Sebelas dolar itu pasti.

 

22 Februari 2013

Diterbitkan dalam Antologi Karya Penerjemah (milis Bahtera): “Pesona PenyingkapMakna”, 2013

Kata

Dalam diam aku menganyam kata
Mengenggam asa, menyibak makna
Kan kutempuh berjuta rasa, memantulkan pelangi jiwa
Kan kuterima anugerah masa, pada saatnya.

*Puisi ini diterbitkan dalam buku antologi: “Pesona Penyingkap Makna”,  karya para penerjemah yang tergabung dalam Milis Bahtera.

Kuterjemahkan juga versi bahasa Inggrisnya.

The Words

In silence I weave words

Holding up hopes, uncovering meaning

I’ll  go through myriad flavors, reflecting rainbow of the soul

 

I’ll  receive the gift of time, when the moment comes